Mojokerto, Al-Amin – Para santri, alumni, asatidz pegawai, serta keluarga besar Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto mengikuti acara Haul Akbar Masyayikh sekaligus peringatan ke-26 Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto pada Jumat (24/7/2026) malam.

Agenda tahunan yang digelar di halaman Pondok Pesantren Al-Amin Putra tersebut dimulai pukul 19.30 WIB. Para alumni dari berbagai angkatan dan daerah tampak berdatangan untuk mengikuti rangkaian haul sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga besar almamater.

Kehadiran para santri dan alumni menjadikan kegiatan tahunan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat. Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan penuh penghormatan kepada para masyayikh serta pendiri pesantren yang telah wafat.

Sejumlah dzurriyah dari para pendahulu pesantren turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya dzurriyah Almarhum KH. Abul Aziz dan dzurriyah Almarhum KH. Mas’ud Yunus. Kehadiran keluarga para pendiri tersebut semakin memperkuat suasana kekeluargaan dan penghormatan terhadap perjuangan para ulama yang telah meletakkan dasar pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amin.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil, zikir, dan doa bersama yang dikhususkan bagi para masyayikh, pendiri, serta para pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan Pondok Pesantren Al-Amin.

Suasana khusyuk berlanjut ketika Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri, KH. Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza, menyampaikan mauidhah hasanah di hadapan ribuan jamaah. Dalam tausiyahnya, Gus Reza menyampaikan pentingnya menjaga adab bagi seorang penuntut ilmu, khususnya dalam menghormati guru dan para ulama.

Menurutnya, hubungan antara santri dan guru tidak berhenti pada proses pembelajaran di dalam kelas atau lingkungan pesantren. Penghormatan kepada guru juga diwujudkan melalui doa, menjaga nama baik, meneruskan nilai-nilai kebaikan, serta mengamalkan ilmu yang telah diberikan.

Gus Reza juga menjelaskan bahwa pelaksanaan haul hendaknya tidak dipahami sebatas kegiatan seremonial. Haul dapat menjadi momentum bagi para santri dan alumni untuk mengenang jasa para guru sekaligus memperkuat hubungan batin dengan para pendahulu.

“Menghormati alim ulama dan mendoakan para pendahulu menjadi perantara mengalirnya keberkahan dalam hidup,” tutur Gus Reza di hadapan jamaah.

Peringatan Milad ke-26 juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan Pondok Pesantren Al-Amin selama lebih dari dua dekade dalam menjalankan peran pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi para santri.

Usia 26 tahun menjadi penanda perjalanan panjang lembaga dalam mempertahankan tradisi keilmuan pesantren sekaligus menghadapi perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Gus Reza. Doa juga dipanjatkan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Amin, mulai dari para pengasuh, santri, asatidz, pegawai hingga alumni agar senantiasa diberikan kesehatan, keteguhan iman, keberkahan dalam kehidupan, serta ilmu yang bermanfaat.

Haul Akbar Masyayikh sekaligus Milad ke-26 akhirnya tidak hanya menjadi agenda tahunan pesantren, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan doa, silaturahmi, penghormatan kepada guru, serta semangat meneruskan perjuangan para masyayikh kepada generasi berikutnya.